Visualisasi Data Kelautan dengan Ocean Data View-3

Membuka File Netcdf dengan ODV

Saat ini telah banyak data oseanografi yang disimpan dengan format NetCDF (network Common Data Form), untuk lebih detail mengetahui “apa itu NetCDF” silahkan klik disini).  Setelah pada tulisan sebelumnya diulas tentang penggunaan Ocean Data View.  Pada tulisan ini akan dicoba menggali lebih banyak lagi tentang software ini terutama berkaitan dengan cara membaca file dengan format NetCDF (extention “nc”) menggunakan Ocean Data View (ODV).  Memang banyak software lain yang dapat digunakan untuk membaca format data ini (bagi yang tertarik menggunakan Matlab untuk membaca file netcdf silahkan klik disini….)

Data yang digunakan sebagai contoh pada latihan ini adalah data kecepatan angin untuk sumbu x (uwnd.10m.gauss.1997.nc) data ini dapat diunduh dari sini

Tahapan-tahapannya..

  • Silahkan buka program ODV, setelah ODV terbuka maka pilih File – Open (Gambar 1)

Gambar 1.

  • Selanjutnya buka folder file netcdf yang kita punya (extension nc) , pilih File of type- netCDF Files (Gambar 2)  lalu pilih Open

Gambar 2.

  • Akan muncul tampilan seperti Gambar 3.  Pada tampilan ini akan ditunjukkan variable apa saja yang terdapat pada file yang kita buka (uwnd.10m.gauss.1997.nc ).
  • Tekan dan tahan ctrl pada keyboard, selanjutnya arahkan mouse pada masing-masing variable, maka di jendela sebelah kanan akan muncul deskripsi masing-masing variable.  Arahkan mouse sehingga semua deskripsi variable akan muncul.  Lalu klik Next

Gambar 3.

  • Akan muncul tampilan seperti Gambar 4, klik Next

 Gambar  4.

  • Setelah muncul tampilan seperti Gambar 5, pilih Use Dummy Variable, lalu klik Next

 Gambar  5.

  • Data yang terdapat pada file uwnd.10m.gauss.1997.nc merupakan data seluruh dunia, pada tampilan berikutnya (Gambar 6), kita akan batasi area yang akan kita ambil datanya adalah daerah Indonesia.
  • Disini ada 2 cara yang dapat kita lakukan, pertama kita pilih Zoom into Map, akan muncul kotak pada jendela sebelah kanan.  Kotak ini dapat kita perbesar atau perkecil dengan menggeser pada sisi batas kotak ini, nah cobalah batasi untuk wilayah Indonesia.

 Gambar  6.

  • Cara kedua yang dapat kita lakukan adalah, klik pada lon, kemudian klik Subset Coordinate, maka akan muncul tampilan seperti Gambar 7.  Nah tinggal pilih First merupakan batas kiri lalu klik << , jika salah pilih kita dapat mengembalikan dengan klik >>,  Last merupakan batas kanan (untuk Longitude) lalu klik OK lakukan dengan cara yang sama.

 

  • Dengan cara yang sama lakukan juga untuk lat, dimana First merupakan batas atas, Last merupakan batas bawah.
  • Kalau ingin memilih untuk waktu tertentu saja, lakukan dengan cara yang sama untuk time.

 Gambar  7.

  • Setelah selesai memilih area, maka akan muncul tampilan seperti Gambar 8, dimana grid menyatakan posisi yang memiliki data.  Kemudian klik Finish

 Gambar  8.

  • Setelah kita pilih Finish maka akan ditampilkan daerah yang memiliki data sesuai dengan pembatasan wilayah yang telah kita lakukan (Gambar 9).

 Gambar  9.

  • Sekarang data sudah ditampilkan, namun kita ingin melihat text filenya, bagaimana caranya?

 

  • Ok, kita pilih Export-ODV Spreadsheet (Gambar 10)

 Gambar  10.

  • Pilih dimana file tersebut kita akan simpan serta tipe filenya.  Simpan saja dalam format txt, toh nantinya bisa dibuka di Excell jika ingin diolah lebih lanjut.
  •  Lalu pada tampilan Select Variables for Output (Gambar 11) pilih Select All jika kita ingin seluruh variable di export.

 Gambar  11.

  •  Lalu klik OK, kemudian akan muncul tampilan seperti Gambar 12, pilih OK, tinggal tunggu sesaat maka seluruh data yang kita crop telah di export.

 Gambar  12.

  •  Nah sekarang tinggal dibuka file txt (file hasil export tadi).. Maka akan muncul deskripsi tentang file di bagian atas serta data-data pada area yang telah kita pilih (Gambar 13).

 Gambar  13.

Ok, akhirnya saya ucapkan Selamat Mencoba dan Sukses untuk Anda

 

 

 

Visualisasi Data Kelautan dengan Ocean Data View-2

Langkah Pengoperasian Software ODV

Membuka program ODV, klik icon ODV pada desktop, setelah itu akan muncul tampilan berikut:

Gambar-1

Membuat nama file

Klik menu File, pilih New, kemudian ketik nama file. Setelah nama file diketik dan dienter, maka akan muncul window baru menyatakan bahwa nama file yang diketik belum ada, klik OK. Muncul lagi windows sekali lagi klik OK. Selanjutnya akan muncul tampilan tentang parameter yang ingin diplotkan seperti contoh berikut.

Gambar-2

Bila parameter yang ingin diplotkan belum ada, misalnya: transparansi, chlorophyll dsb, maka dapat ditambahkan dengan menuliskan nama parameter pada kolom New Variable, kemudian klik OK. Setelah itu akan muncul window baru yang menayangkan peta dunia. Namun, yang perlu diperhatikan adalah pada baris keempat dari atas tertulis collection is empty, artinya bahwa belum ada data.

 

Mengimport data.

Untuk mengambil atau membuka file data dilakukan dengan mengklik Menu Import, kemudian pilih ODV SpreadSheet. Pilih data yang akan digunakan sesuai dengan nama file data yang tersimpan, kemudian dibuka dengan menekan tombol open.

Setelah nama file yang ingin diproses dibuka maka akan muncul tampilan seperti berikut. Kolom sebelah kiri menunjukkan isi parameter data yang dipilih, kolom sebelah kanan menunjukkan kolom label.

Gambar-3

 Setelah diklik OK, maka keluar tampilan yang  diharapkan kita melakukan penyelarasan nama parameter antara parameter yang digunakan dengan nama parameter standar yang ada di dalam Software ODV (Tanda * menyatakan bahwa variabel sebelah kiri telah terkoneksi dengan variabel yang sama dengan yang di sebelah kanan).  Jika belum maka klik file yang sebelah kiri kemudian klik yang sebelah kanan lalu klik Associate, maka file tersebut akan terkoneksi.

Gambar-4

Setelah selesai melakukan Associate, klik OK maka akan muncul window seperti berikut

Gambar-5

Lakukan lagi sekali penyelarasan antara Source File dan Target File sama pada langkah sebelumnya, kemudian klik OK. Muncul window baru yang menampilkan peta dunia lengkap dengan koordinat (longitude dan latitude), kemudian muncul titik merah sebagai tanda bahwa stasiun tempat sampling CTD telah diplot.

Kemudian pada saat itu juga muncul window lainnya yang sifatnya konfirmasi bahwa data yang diplot dari 3 stasiun (tergantung berapa banyak stasiun pada data) telah diimpor dari subdirektori dimana file disimpan. Kemudian klik OK.

 

Zoom

menampilkan lokasi pengukuran dalam skala yang lebih rinci, sehingga lokasi pengukuran atau stasiun sampling tampak lebih jelas. Proses Zoom dapat dilakukan berkali-kali, meng-klik mouse sebelah kanan, lalu muncul garis merah di sekeliling peta, lalu ditarik sesuai dengan besar cangkupan luas yang diinginkan

Gambar-6

Mendefinisikan garis transek.

Untuk membuat garis transek, pertama klik daerah di luar gambar peta, kemudian pilih mode (ada scatter mode, map mode, surface mode, section mode) pilih section mode. Window yang sama akan muncul kembali, klik gambar lokasi sampling, maka akan muncul beberapa pilihan, pilih Define Section dan lanjutkan ke Define Section Spin. Tarik garis merah dari ujung transek yang satu ke ujung transek yang lainnya seperti tampilan di bawah. Pada saat yang sama juga muncul window, diminta untuk mengisi nama transek (section title). Kemudian klik OK.

Gambar-7

Gambar-8

Berikutnya akan muncul window yang menanyakan apakah proses yang dilakukan mau disimpan? Tentu saja harus dijawab Yes. Sehingga akan muncul tampilan berikut.

Gambar-9

Di dalam window muncul 7 gambar sekaligus, empat gambar merupakan sebaran melintang, dua gambar berupa skater diagram dan satu gambar merupakan peta lokasi pengambilan sampel. Untuk mendapatkan gambar yang lebih bagus terutama pada gambar sebaran melintang, harus dilakukan pengaturan dengan cara mengklik gambar, kemudian pilih Display Option. Misalnya dilakukan untuk sebaran melintang suhu dan salinitas. Pertama kita klik VG gridding, kemudian skala x dan y dinaikkan menjadi 150. Perubahan komponen lainnya bisa saja dilakukan sesuai dengan keinginan kita. Setelah melakukan proses tersebut, klik OK. Maka akan muncul tampilan baru seperti gambar berikut

Gambar-10

Gambar-11

Bila ingin menggambarkan atau menampilkan sebaran mendatar dari parameter oseanografi diatas, tentu harus menggunakan transek lebih dari satu. Langkah-langkahnya sama seperti diatas, pilih surface mode.

Gambar-12

SOFTWARE KELAUTAN

1.   Pengolah Data Pasang Surut

WORLDTIDES 2010

Worldtides adalah program yang digunakan untuk menganalisa dan memprediksi perubahan muka air (pasang surut). Analisa pasang surut dengan program ini menggunakan metode reduksi Harmonik Least Square dan metode ini dapat menyelesaikan 35 konstanta pasut. Program ini didesain untuk dapat dipergunakan dengan mudah. GUI (Graphical User Interface/ Antarmuka Grafis Pengguna) memudahkan untuk menyiapkan dengan pengukuran ketinggian pada suatu deret waktu ke dalam komponen pasut maupun nonpasutnya.

Setelah konstanta yang dipilih selama analisi berlangsung, pengguna dapat melakukan prediksi pasut astronomis, ketinggian muka air yang bervariasi terhadap frekuensi pasut yang diketahui yang dapat dihubungkan dengan interaksi gravitasi antara bumi, bulan dan matahari.

 

2.  Visualisasi Data

Ocean Data View (ODV)

Ocean Data View (ODV) adalah software yang dikembangkan oleh Prof. R. Schlitzer dari Alfred Wegener Institute for Polar and Marine Research, Bremerhaven, Germany.  Software ODV ini dapat digunakan secara langsung dengan format data yang direkam dari CTD selain itu juga dapat memasukkan data hasil pengukuran dengan alat lain sesuai format yang diberikan oleh ODV (setelah ODV diinstal bisa lihat di folder sample).

–  Ferret